Articles

2018-03-26
I am The Author of Own Life Story. I Write My Future ! | Articles

Tahukah anda bahwa otak manusia bersifat fleksibel atau lentur sehingga mampu untuk membuat sambungan baru setiap kali digunakan atau ketika belajar sesuatu yang baru (Neuroplasticity) ?


Setiap manusia dikaruniai organ yang luar biasa seberat 1,5 kg atau kurang lebih 5% dari total berat badannya, bagian itu yang kita sebut sebagai Otak. Benda kecil ini memiliki 10 sampai 15 triliun sel saraf yang masing-masing sel saraf tersebut mempunyai ribuan sambungan dan selalu mengalami perkembangan selama itu digunakan.
Kebanyakan dari kita tidak menyadari bahwa otak juga bisa berkembang sama halnya dengan otot, apabila seringkali kita latih maka ukuran dan kapasitasnya juga akan meningkat.  Ribuan neuron yag terdapat pada otak bersifat plastis dan lentur, inilah mengapa bagian otak setiap orang akan memiliki ukuran berbeda sesuai dengan kemampuan apa yang mendominasi dan sering kita gunakan. 

Neuroplasticity adalah kemampuan Otak untuk membentuk sirkuit baru, mengubah zat kimia pembawa pesan dan membangun hubungan-hubungan yang lebih stabil.  Kemampuan ini berhubungan dengan proses berfikir, belajar, bahasa dan pembangunan karakter.  Lebih jauh lagi, ketika kita berfikir atau mempelajari skill baru maka akan terjadi Neuron Growing dimana neuron-neuron tersebut mengalami pertumbuhan sebaliknya ketika kita meninggalkan sebuah skill yang sudah kita kuasai maka akan terjadi Neuron Pruning dimana neuron akan mengalami pemangkasan atau penghilangan akibat tidak lagi terpakai.


Jadi, setiap orang tentu memiliki kemampuan yang berbeda-beda dan hal ini tentu saja bukan hal yang mutlak, melainkan akan terus bisa berkembang asalkan kita mau merubahnya. Salah satu cara yang tepat untuk dilakukan yaitu teruslah berlatih dan belajar menggunakan otak dengan maksimal.

Motivasi, kegigihan, penetapan tujuan, kebulatan tekad, determinasi yang kuat dan penentuan keputusan akan terlihat dalam tulisan tangan anda, apakah kemampuan otak yang berifat fleksible / lentur tersebut sudah anda manfaatkan semaksimal mungkin atau belum.

Kitalah sebagai penulis atas buku kehidupan, disana terdapat berlembar-lembar kertas yang bebas untuk menulis dan mencoretnya, menjatuhkan tinta berwarna atau hanya hitam putih saja. Siapapun boleh melihatnya, boleh menyentuhnya. Namun, siapakah yang lebih tau tentang isi buku tersebut? Jawabannya ialah penulisnya…

I’m the Author of my own life story.  I write my future.  Tuhan Yang Maha Esa sudah mengkaruniai kita dengan otak yang kita miliki saat ini, tinggal bagaimana kita mau mendayagunakan fasilitas ini dengan baik atau tidak.

So, G-Folks buku seperti apa yang hendak kalian tulis? Tidak ada kata terlambat untuk menjadi versi terbaik dari diri anda.