Anak adalah harta yang paling berharga bagi kita semua. Mereka membutuhkan kasih sayang, pendidikan, perlindungan, gizi dan dukungan yang tepat. Peran orang tua adalah kunci dalam perkembangan diri seorang anak sehingga sangat penting bagi setiap orang tua untuk mengerti kondisi kejiwaan anak.
Salah satu cara yang cepat dapat membantu untuk mengetahui kepribadian dan mendeteksi masalah anak adalah melalui tulisan tangan, gambar, doodles (coret2an asal dikertas) dan artwork, dimana kita dapat mendapatkan insight secara mendalam mengenai fisik, mental dan kondisi emosi seorang anak.
Tentunya kwalitas dari tulisan tangan seorang anak tidak lepas dari tahap perkembangan anak. Sebaliknya, pertumbuhan kepribadian seorang anak apakah normal atau tidak dapat dilihat dari tulisan tangan atau doodle sejak dini.
Seorang Graphologist Jerman, Herbert Peter, berpendapat bahwa Graphology dapat menceritakan kepribadian dasar seorang anak serta kondisi emosi, mental dan fisiknya.
Clara Roman, seorang Psychologist dan Graphologist Jerman melakukan penelitian longitudinal terhadap 2145 anak dalam kurun waktu 8 tahun. Menurutnya, dalam menilai pertumbuhan karakter seorang anak, sebaiknya merujuk pada model penulisan dinegara/sekolah asal. Kemampuan membuat coretan dan tulisan dapat memberikan informasi mengenai kemampuan koordinasi syaraf motoric, keseimbangan emosi, perkembangan mental, jumlah kosa kata yang dikuasai, dan lain-lain sesuai dengan tahap perkembangannya. Jika terjadi deviasi dari standard maka deviasi ini dapat ditelaah lebih lanjut dengan cepat.
Secara garis besar, dibawah ini kemampuan menulis anak sesuai tahap perkembangan menurut penelitian Clara Roman:
- 12-14 bulan: Pada usia 10 bulan, biasanya bayi sudah mampu menggenggam alat tulis seperti krayon dan kertas.
- 14-18 bulan: Sebagian besar anak diusia ini, sudah bisa mendorong dan menarik krayon serta menghasilkan garis dengan kedua tangannya bergantian. Gerakan tangan dominan menjadi lebih terarah dalam membuat coretan sedangkan tangan yang tidak dominan biasanya akan memegang kertas.
- +/- 18 bulan: diusia ini, bayi sudah mulai membuat coretan yang biasanya dimulai dari bagian tengah kertas
- +/- 24 bulan: jika seorang anak diberi contoh sebuah bentuk, maka ia akan meniru bentuk tersebut berulang-ulang. Beberapa karakter sudah mulai terlihat dari tarikan diatas kertas. Karakter Cheerfulness (riang) akan ditunjukan dengan ekspansi bentuk dan garis sementara karakter Anxiety (was-was) terlihat dari banyaknya pembatasan dalam pemanfaatan ruang dalam selembar kertas.
- 36 bulan: seorang anak sudah mampu untuk menulis beberapa huruf walaupun belum stabil, mampu menarik garis horizontal dan membuat lingkaran yang biasanya posisinya diletakan bagian bawah kertas.
- 48 bulan: seorang anak sudah mampu untuk menulis namanya. Tendensinya mereka akan lebih suka menulis huruf-huruf yang bulat atau kombinasi tarikan garis vertical dan horizontal seperti huruf E, H, T dan huruf-huruf ini ditulis seperti seharusnya atau sudah tidak ada yang terbalik.
- Dst.
Penelitian yang dilakukan Clara Roman dari usia 12 bulan hingga 11 tahun ketika seorang anak menginjak masa pubertas.
Menurut Herbert Peter, ada perbedaan signifikan antara tulisan tangan anak-anak yang normal dan anak yang memiliki masalah. Herbert Peter membandingkan sekitar +/- 6000 tulisan tangan anak dan dari penelitiannya ditemukan beberapa ketidakteraturan antara lain yaitu garis dasar, jarak antar huruf, ukuran huruf, kemiringan, dll yang sangat tidak teratur, hilangnya beberapa komponen huruf yang penting seperti titik I pada huruf I, bar pada huruf t, dan lain-lain.
Misalnya diusia 9 tahun, seorang anak seharusnya sudah lancar menulis dan tulisan memiliki bentuk yang stabil baik dari ukuran, bentuk, tekanan. Jika ada inconsistency dalam tulisan tangannya maka kemungkinan besar, self-esteem harus diperbaiki dan ada rasa insecurity didalam dirinya.
Bernhard Wittlich, seorang Psychologist dan Graphologist Jerman mengungkapkan hasil penelitiannya bahwa deviasi ekstrim merupakan peringatan awal dari kurang percaya diri, kemampuan berfikir kurang maksimal, penyusunan target yang rendah, konsentrasi menurun, self-control kurang baik dan lain-lain.
Perkembangan psikologi anak melibatkan banyak faktor baik dari sisi orang tua maupun anak. Diawali dari observasi, quality time, perkembangan kepribadian sesuai pertumbuhan otak anak, membangun lingkungan yang kondusif sampai komunikasi efektif sehingga diharapkan orang tua mengerti kondisi fisik, mental dan emosi seorang anak.
Jika seorang anak memiliki masalah baik di conscious ataupun subconscious mind, maka kita berkewajiban untuk membantu dan menyelesaikan masalah tersebut secepatnya agar anak dapat melangkah kedepan dengan percaya diri dan mantap.
Reference:
- Mengenal Anak Melalui Gambar, Roseline Davido, Penerbit Salemba Humanika, 2012
- Hidden Messages in Your Children’s Handwriting, Andrea McNichols, 1993
- The Handwriting of Problems Children, Inner Circle, Erika Karohs, 2003
- Encyclopedia of Handwriting Analysis, Erika Karohs, 2014
Notes:
Analisa kepribadian yang diambil dari tulisan tangan dilakukan menggunakan sistem yang comprehensive dan holistic dengan menggunakan berbagai macam tanda mikro maupun makro dalam tulisan tangan. Tanda yang dijabarkan diatas hanyalah sebagian dari tanda-tanda yang digunakan dalam menginterpretasikan karakter seseorang.